Apakah Ruh Dapat Berkunjung Ke Rumah Keluarganya?

Apakah Ruh Dapat Berkunjung Ke Rumah Keluarganya?

( سُئِلَ ) عَنْ الْأَرْوَاحِ هَلْ وَرَدَ أَنَّهَا تَأْتِي إلَى الْقُبُورِ فِي كُلِّ لَيْلَةِ جُمُعَةٍ تَزُورُهَا وَتَمْكُثُ عَلَى ظَاهِرِهَا إلَى غُرُوبِ شَمْسِهَا ، وَإِنَّهَا تَأْتِي دُورَ أَهْلِهَا ؟ ( فَأَجَابَ ) بِأَنَّهُ قَدْ ثَبَتَ فِي الْحَدِيثِ الصَّحِيحِ عَوْدُ الرُّوحِ إلَى الْجَسَدِ فِي الْقَبْرِ لِسَائِرِ الْمَوْتَى وَقَدْ قَالَ الْيَافِعِيُّ مَذْهَبُ أَهْلِ السُّنَّةِ أَنَّ أَرْوَاحَ الْمَوْتَى تُرَدُّ فِي بَعْضِ الْأَوْقَاتِ مِنْ عِلِّيِّينَ أَوْ مِنْ سِجِّينٍ إلَى أَجْسَادِهِمْ فِي قُبُورِهِمْ عِنْدَ إرَادَةِ اللَّهِ تَعَالَى وَخُصُوصًا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ وَيَجْلِسُونَ وَيَتَحَدَّثُونَ وَيُنَعَّمُ أَهْلُ التَّنْعِيمِ وَيُعَذَّبُ أَهْلُ الْعَذَابِ وَقَالَ ابْنُ الْقَيِّمِ الْأَحَادِيثُ وَالْآثَارُ تَدُلُّ عَلَى أَنَّ الزَّائِرَ مَتَى جَاءَ عَلِمَ بِهِ الْمَزُورُ وَسَمِعَ كَلَامَهُ ، وَأَنِسَ بِهِ وَهَذَا عَامٌّ فِي حَقِّ الشُّهَدَاءِ وَغَيْرِهِمْ …. قَالَ الْقُرْطُبِيُّ وَقَدْ قِيلَ إنَّهَا تَزُورُ قُبُورَهَا كُلَّ جُمُعَةٍ عَلَى الدَّوَامِ وَقَدْ وَرَدَ أَنَّهَا تَأْتِي قُبُورَهَا وَدُورَ أَهْلِهَا فِي وَقْتٍ يُرِيدُهُ اللَّهُ لَهَا ؛ لِأَنَّهَا مَأْذُونٌ لَهَا فِي التَّصَرُّفِ ، وَإِنَّهَا تُبْصِرُ مَنْ هُنَاكَ سَوَاءٌ أَتَتْ إلَى الْقُبُورِ أَمْ الدُّورِ . فتاوى الرملي – (ج 6 / ص 67)

“Imam Ramli ditanya tentang Arwah, adakah dalil bahwa arwah kembali ke kuburnya setiap malam Jumat dan berdiam di atasnya hingga terbenam matahari, dan apakah arwah dapat mendatangi rumah keluarganya? Telah ditetapkan dalam hadis sahih bahwa ruh kembali kepada jasadnya di dalam kubur bagi semua orang mati. Al-Yafii berkata: Madzhab Ahlisunnah menyatakan bahwa arwah orang mati dikembalikan di sebahagian waktu dari Illiyyin (arwah orang mukmin) dan dari Sijjin (arwah orang kafir) ke jasad mereka di dalam kuburnya yang telah dikehendaki Allah. Khususnya di malam Jumat. Mereka duduk, bercakap-cakap, yang mukmin diberi nikmat dan kafir disiksa… Ibnu al-Qayyim berkata: “Hadis dan pendapat sahabat menunjukkan bahwa ketika penziarah datang, maka arwah kubur mengetahuinya, mendengar perkataannya dan sedang dengan kedatangannya. Ini berlaku bagi semua, baik syuhada dan lainnya…” al-Qurthubi berkata: “Sungguh telah disebutkan bahwa arwah berziarah ke kuburnya setiap Jumat, selamanya. Dan telah sampai sebuah dalil bahwa arwah mendatangi kuburnya dan rumah keluarganya, di waktu yang telah dikehendaki oleh Allah. Sebab para arwah telah diberi izin untuk melakukan sesuatu. Dan arwah mengetahui orang yang disana, baik saat di kubur atau di rumah” (Fatawa al-Ramli 6/67)

1476762_10201216862329647_2027166840_n

Imam Ibn Hajar Al Haitami juga ada menukilkan dari Imam Ibn Abd Barr dari sumber yang ditarjih oleh beliau bahwa roh orang mukmin selain para Syuhada’ bersemayam di sekitar kuburan mereka namun diberi kebebasan pergi kemanapun sekehendak mereka.

Berikut fatwa Ibnu Hajar al-Haitami dalam Al Fatawa al Haditsiyah :

وذكر ابن رجب أن الأنبياء صلوات الله وسلامه عليهم تكون أرواحهم في أعلى عليين ، ويؤيده قوله ( صلى الله عليه وسلم ) : ( اللهمّ الرفيق الأعلى ) ، وأكثر العلماء أن أرواح الشهداء في أجواف طيور خضر لها قناديل معلقة بالعرش تسرح في الجنة حيث تشاء كما في مسلم وغيره ، وأما بقية المؤمنين فنص الشافعي رضي الله عنه ورحمه على أن من لم يبلغ التكليف منهم في الجنة حيث شاؤوا فتأوي إلى قناديل معلقة بالعرش ، وأخرجه ابن أبي حاتم عن ابن مسعود ، وأما أهل التكليف ففيهم خلاف كثير : عن أحمد أنها في الجنة ، وعن وهب أنها في دار يقال لها : البيضاء في السماء السابعة ، وعن مجاهد أنها تكون على القبور سبعة أيام من يوم دفن لا تفارقه أي ثم تفارقه بعد ذلك ، ولا ينافيه سنية السلام على القبور لأنه لا يدلّ على استقرار الأرواح على أفنيتها دائماً لأنه يسلم على قبور الأنبياء والشهداء وأرواحهم في أعلى عليين ولكن لها مع ذلك اتصال سريع بالبدن لا يعلم كنهه إلا الله تعالى .
وأخرج ابن أبي الدنيا عن مالك : ( بلغني أن الأرواح مرسلة تذهب حيث شاءت ) .
وعن ابن عمر رضي الله عنهما نحوه .
وحديث : ( ما من أحد يمر بقبر أخيه المؤمن كان يعرفه في الدنيا فيسلم عليه إلا عرفه وردّ عليه السلام ) وحديث : ( الجريدتين ) لا يدلان على أن الروح على القبر نظير ما مر لأن الذي دل عليه إنما هو حقيقته النفسانية المتصلة بالروح ، وقيل : إنها تزور قبورها يعني على الدوام ولذا سن زيارة القبور ليلة الجمعة ويومها وبكرة السبت انتهى .
ورجح ابن عبد البرّ : أن أرواح غير الشهداء في أفنية القبور تسرح حيث شاءت .
وقالت فرقة : تجتمع الأرواح بموضع من الأرض .
كما روي عن ابن عمر قال : أرواح المؤمنين تجتمع بالجابية وأما أرواح الكفار فتجتمع بسبْخة حضرموت يقال لها برهوت ولذا ورد : ( أبغض بقعة في الأرض واد بحضرموت يقال له برهوت فيه أرواح الكفار ) وفيه بئر ماء يرى بالنهار أسود كأنه قيح يأوي إليها بالنهار الهوام .
قال سفيان : وسألنا الحضرميين فقالوا : لا يستطيع أحد أن يثبت فيه بالليل ، والله سبحانه أعلم .

Saya terjemahkan secara bebas (global) :

– Ibn Rajab menyebutkan bahwa ruh para Nabi alaihimus salam berada di atas ‘illiyyin. Dan dikuatkan oleh sabda Nabi : “ Ya Allah Rafiq yang tertinggi “.

– Majoriti ulama berpendapat bahwa ruh para syahid  di tempatkan didalam perut burung hijau yang suwaktu-waktu terbang ke surga.

Adapun ruh kaum mukmin, maka berikut beberapa pendapat :

Menurut pendapat imam Syafi’i, roh orang mukmin yang belum mukallaf akan ditempatkan dalam lentera yang tergantung didinding Arsy dan suwaktu-waktu bisa pergi ke surga.

Sedangkah roh orang mukmin yang sudah mukallaf menurut Imam Ahmad akan ditempatkan dalam surga.

Menurut Syekh Wahab, roh tersebut akan ditempatkan dalam rumah putih yang berada di atas langit yang ketujuh.

Lain halnya dengan pendapat Imam Mujahid, menurut beliau roh-roh tersebut selama seminggu setelah kematian akam berada di sekitar, baru kemudian dipindahkan ke tempat lain.

Dan menurut sumber yang ditarjih oleh Imam Ibnu Abdil Bar mengatakan bahwa roh orang mukmin selain para Syuhada’ bersemayam di sekitar kuburan mereka namun diberi kebebasan pergi kemanapun sekehendak mereka.

Dan menurut beberapa kelompok ulama lainnya menjelaskan bahwa roh mereka ditempatkan disuatu tempat dimuka bumi ini yaitu kolam yang sangat besar. Sedangkan roh orang-orang kafir ditempatkan suatu daerah yang bernama Barhut yaitu tempat yang sangat angker, tandus dan tak bertuan di kawasan Hadhro Maut. Imam Sufyan mengatakan : “ Tidak seorang pun akan mampu tidur malam di dekat Barhut tersebut “. Wa Allahu A’lam. (Al Fatawa al Haditsiyah hal.6)

Kesimpulan dari fatwa Ibn Hajar al-Haitami adalah bahwa para ulama berbeda pendapat mengenai tempat ruh orang mukmin dan orang kafir setelah wafatnya. Dengan demikian, ini adalah masalah furu’ di mana para ulama masih berbeda pendapat tentang ini.

Pendapat tentang ‘Kemana Ruh’ setelah mati memang terjadi banyak khilaf, sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnu al-Qayyim, murid Ibnu Taimiyah:

أَيْنَ مُسْتَقَرُّ الْأَرْوَاحِ مَا بَيْنَ الْمَوْتِ إِلَى الْقِيَامَةِ هَلْ هِىَ فِي السَّمَاءِ أَمْ فِي الْأَرْضِ وَهَلْ هِيَ فِي الْجَنَّةِ أَمْ لَا وَهَلْ تُوْدَعُ فِي أَجْسَادٍ غَيْرِ أَجْسَادِهَا الَّتِي كَانَتْ فِيْهَا فَتُنَعَّمُ وَتُعَذَّبُ فِيْهَا أَمْ تَكُوْنُ مُجَرَّدَةً … وَاخْتُلِفَ فِي ذَلِكَ فَقَالَ قَائِلُوْنَ أَرْوَاحُ الْمُؤْمِنِيْنَ عِنْدَ اللهِ فِي الْجَنَّةِ شُهَدَاءَ كَانُوْا أَمْ غَيْرَ شُهَدَاءَ إِذَا لَمْ يَحْبِسْهُمْ عَنِ الْجَنَّةِ كَبِيْرَةٌ وَلَا دَيْنٌ وَتَلَقَّاهُمْ رَبُّهُمْ بِالْعَفْوِ عَنْهُمْ وَالرَّحْمَةِ لَهُمْ وَهَذَا مَذْهَبُ أَبِى هُرَيْرَةَ وَعَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمْ وَقَالَتْ طَائِفَةٌ هُمْ بِفِنَاءِ الْجَنَّةِ عَلَى بَابِهَا يَأْتِيْهِمْ مِنْ رَوْحِهَا وَنَعِيْمِهَا وَرِزْقِهَا وَقَالَتْ طَائِفَةٌ الْأَرْوَاحُ عَلَى اَفْنِيَةِ قُبُوْرِهَا وَقَالَ مَالِكٌ بَلَغَنِى أَنَّ الرُّوْحَ مُرْسَلَةٌ تَذْهَبُ حَيْثُ شَاءَتْ وَقَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ فِي رِوَايَةِ ابْنِهِ عَبْدِ اللهِ أَرْوَاحٌ لِلْكُفَّارِ فِي النَّارِ وَأَرْوَاحُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِي الْجَنَّةِ (الروح لابن القيم ج 1 / ص 90)

“Dimanakah tempat menetapnya arwah antara setelah kematian sampai kiamat? Apakah di langit atau di bumi? Apakah di surga atau tidak? Apakah diletakkan di sebuah jasad lainnya, yang di dalamnya mendapat nikmat dan adzab, atau tidak ada sama sekali? Ulama berbeda pendapat. Ada yang menyatakan bahwa Arwah orang mukmin berada di sisi Allah, baik Syuhada atau bukan, selama tidak tertahan untuk masuk surga dikarenakan dosa besar atau hutang dan berjumpa dengan Allah yang telah memberi ampunan dan rahmat. Ini pendapat Abu Hurairah dan Ibnu Umar. Sekelompok ulama berpendapat bahawa Arwah berada di teras surga, di pintu surga. Arwah mendapatkan nikmat dan rezeki. Sekelompok ulama lainnya mengatakan bahawa Arwah berada di teras kuburnya. Malik berkata: “Telah sampai kepadaku bahawa Arwah dilepas, boleh pergi kemana saja”. Imam Ahmad berkata melalui riwayat anaknya, Abdullah, bahwa Arwah orang kafir di neraka dan Arwah orang beriman di surga” (Ibnu al-Qayyim, al-Ruh, 1/90)

Apa yang telah disampaikan oleh Imam al-Qurthubi dan Imam Ramli diatas merupakan bentuk cabang (tafri’) dari Imam Malik yang mengatakan ‘Ruh dapat pergi kemana pun ia kehendaki’. Wallahu A’lam

Ditulis oleh Ustaz Ma’ruf Khozin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *