Home »Dakwah »Ilmu Kalam Filsafat dan Tasawwuf Ilmu Kalam Filsafat dan Tasawwuf Review By: aswj-rg.com Restoran: Dakwah

Ilmu kalam Filsafat dan Tasawuf ,adalah tiga macam ilmu yang mempunyai   perbedaan yang hampir mirip dalam pengkajianya   .

 

*Objek kajian ilmu Kalam adalah ,ketuhanan dan segala sesuatu yang berkaitan denganya.

*Objek kajian Filsafat adalah ,masalah ketuhanan juga disamping masalah alam ,manusia

dan segala sesuatu yang ada .

*Objek kajian ilmu tasawuf adalah “Tuhan” ,yaitu upaya-upaya pendekatan terhadapNya.

 

            Jadi dari aspek Objeknya ketiga Ilmu tsb sama-sama membahas masalah yang berkaitan dengan ketuhanan.Baik ilmu Kalam ,Filsafat dan Tasawuf .

 

Ilmu kalam dan metodenya mencari kebenaran tentang Tuhan dan yang berkaitan denganNya .Filsafat ,dengan wataknya mencari kebenaran, baik tentang Alam maupun manusia,ataupun tentang tuhan .Ilmu Tasawuf juga berusaha mecari kebenaran dengan perjalanan spiritual (rouhaniyah) menuju Allah s.w.t.

 

Perbezaan ilmu Kalam Falsafah Dan Tasawuf

 

Perbedaan antara ilmu Kalam , Filsafat dan tasawuf .terletak pada aspek metodologinya Ilmu Kalam selain menggunakan argumentasi Naqliyah (Al-Qur’an dan Hadits) ,juga menggunakan metode Jadaliah (dialegtika) yang dikenal degan “Dialog keagamaan” . sementara itu Ilmu Filsafat ,adalah Ilmu yang digunakan untuk memperoleh kebenaran Rasional ,dan metode yang digunakan adalah metode rasional .tidak berkait dengan appun kecuali logika . suatu kebenaran yang diukur dengan kesesuaian yang ada dalam rasio dengan kenyataan yang sebenarnya.kebenaran ini yang dinamakan dengan kebenaran korespondensi .sedangkan Ilmu Tasawuf  adalah ilmu yang lebih menekankan rasa daripada Rasio , dan ilmu Tasawuf adalah Ilmu yang prosesnya diperoleh dari rasa ,ilmu Tasawuf bersifat sangat subjektif ,yakni sangat terkait dengan pengalaman seseorang .sebab itulah bahasa Taswuf terkadang tampak aneh bila dilihat dari aspek rasio ,hal ini karena pengalaman rasa sangat sulit untuk dibahasakan .

 

Pengalaman rasa lebih mudah dirasakan langsung oleh orang yang ingin memperoleh kebenaranya dan mudah digambarkan dengan bahasa lambang , sehingga sangat interpretable (dapat di interpretasikan bermacam-macam) dan sebagian pakar mengatakan bahwa metode Tasawuf adalah Instuisi atau Ilham ,atau inspirasi yang datang dari Tuhan .dan kebenaran yang dihasilkan ilmu tasawuf dikenal dengan istilah kebenaran Hudhuri , yaitu suatu kebenaran yang objeknya datang dari dalam diri subjek sendiri .

 

Titik Singgung Antara Ilmu Kalam Dan Ilmu Tasawuf.

 

Ilmu Kalam ,sebagaimana telah disebutkan ,merupakan disiplin ilmu keislaman yang mengedepankan pembicaraan tentang persoalan-persoalan kalam Tuhan .Persoalan-persoalan Kalam ini biasanya mengarah pada diskusi yang mendalam dengan dasar-dasar argumentasi, baik secara Rasional (Aqliyah) maupun Naqliyah . Argumentasi rasional yang dimaksudkan adalah landasan pemahaman yang cenderung menggunakan metode berfikir Filosofis .Sedangkan argumentasi Naqliyah biasanya bertendensi pada argumentasi berupa dalil-dalil Qur’an dan Hadits .

 

Ilmu Kalam sering menempatkan dirinya pada kedua pendekatan ini (Aqli dan Naqli). Jika pembicaraan Ilmu Kalam ini hanya berkisar pada keyakian-keyakinan yang harus dipegang oleh Umat Islam ,tanpa argumentasi rasional ,maka ilmu ini lebih spesifik mengambil bentuk sendiri dengan istilah atau nama Ilmu Tauhid.

 

Pembicaraan materi yang tercakup dalam ilmu Kalam ,terkesan tidak menyentuh Dzauq (rasa spiritual) . misalnya , Ilmu tauhid menerangkan Bahwa Allah mempunyai sifat Sama’ (mendengar) ,Bashar  (melihat) , Kalam (berbicara) ,Iradah (berkehendak) ,Qudrah (berkuasa) ,Hayat (hidup) ,dan sebagainya .namun ilmu Kalam atau ilmu Tauhid ,tidak mampu menjelaskan tentang ,bagaimana seorang hamba ,dapat merasakan langsung , bahwa Allah mendengar dan melihatnya , dan bagaimana juga seorang Hamba merasakan kenikmatan dan kekhusukan ketika membaca Al-Qur’an , Dan bagaimana seorang merasakan bahwa segala sesuatu yang tercipta merupakan pengaruh dari Qudrah (Kekuasaan Allah) ?.

 

Pertanyaan-pertanyaan ini sulit terjawab ketika hanya melandaskan diri pada Ilmu tauhid atau Ilmu Kalam ,dan biasanya yang membicarakan tentang penghayatan hingga sampai pada penamaan kejiwaan manusia ,adalah ilmu Tasawuf.

 

Disiplin inilah yang membahas bagaimana merasakan nilai-nilai Aqidah dengan memperhatikan bahwa persoalan tadzawwuq ((bagaimana merasakan) tidak saja dalam permasalahan perkara-perkara yang sunnah atau sesuatu yang mustahab (dianjurkan) , justru akan  menemukan perkara-perkara yang diwajibkan .

 

Assunnah (Al-hadits) memberikan perhatian yang begitu besar terhadap masalah Tadzawwuq ini ,hal ini tampak pada Hadits Rasulullah s.a.w. yang dikutip dari sahabat Said :

            ذاق طعم الإيمان من رضي بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد نبيا  (الحديث)

Artinya:

Akan mampu merasakan Iman kepada Allah s.w.t. ,orang yang ridha menjadikan Allah sebagai Tuhanya ,ridha menjadikan Islam sebagai agamanya ,dan ridha menjadikan Muhammad sebagai Nabi dan Rasulnya .

 

Dan dalam Hadits yang lain Rasulullah s.a.w. pun pernah mengungkapkan :

            ثلا ثة من كن فيه وجد بهن حلاوة الإيمان : أن يكون الله ورسوله احب اليه مما سواهما ،

ان يحب المرء لا يحبه الا لله ، ان يكره ان يعود الى الكفر كما يكره ان يقذف في النار .

Artinya :

Ada tiga hal yang menyebabkan seseorang dapat merasakan manisnya Iman : Orang yang mencintai Allah dan Rasulnya melebihi kecintaanya pada apapun ,Orang yang mencintai Hamba karena Allah , dan Orang yang takut kembali pada kekufuran ,seperti ketakutanya untuk dimasukkan ke dalam neraka .

 

Pada ilmu Kalam ditemukan pembahasan Iman dan defenisinya ,kekufuran dan manifestasinya ,serta kemunafikan dan batasanya . Adapun didalam Ilmu Taswuf ditemukan pembahasan jalan atau metode praktis ,untuk merasakan keyakinan dan ketenangan bathin serta usaha menyelamatkan diri dari kemunafikan .

 

Dalam kaitannyaa dengan Ilmu kalam ,ilmu tasawuf berfungsi sebagai pemberi wawasan spiritual dalam pemahaman kalam .Penghayatan yang mendalam lewat hati (dzauq)terhadap Ilmu tauhid atau Ilmu Kalam, menjadikan ilmu ini lebih terhayati atau teraplikasikan dalam perilaku .dengan demikian ,maka Ilmu Tasawuf merupakan penyempurna Ilmu Tauhid jika dilihat bahwa Ilmu Tasawuf merupakn sisi terapan rohaniyah dari Ilmu Tauhid .

 

Ilmu Kalam pun berfungsi sebagai pengendali Ilmu Tasawuf . oleh karena itu jika timbul suatu aliran ataupun kepercayaan yang bertentangan dengan aqidah Islam, atau muncul suatu kepercayaan yang tidak sesuai dengan Al-qur’an dan Hadits, atau tidak pernah diriwayatkan oleh para Ulama-Ulama yang sholeh, atau keluar dari sesuatu yang dianggap baik oleh Islam dalam penerapanya dimasyarakat (Bid’ah hasanah) .maka merupakan suatu penyelewengan .karena didalam pembagianya, sesuatu yang baru (Bid’ah) itu terbagi menjadi dua Hasanah dan Dholalah jika sesuatu yang baru muncul ,dan dianggap baik oleh agama ,maka masuk didalam pembagian Bid’ah Hasanah ,dan jika muncul sesuatu yang baru ,dan tidak dianggap baik oleh agama maka masuk masuk dalam pembagian Bid’ah Dholalah ,dan itu merupakan suatu penyelewengan .

 

Selain itu ilmu Taswuf memiliki fungsi sebagai pemberi kesadaran spiritual dalam perdebatan-perdebatan ilmu Kalam ,sebagaimana disebutkan bahwa ilmu kalam didalam dunia Islam ,cenderung menjadi sebuah Ilmu yang mengandung muatan rasional ,disamping muatan Naqliyah .Dan hal ini jika tidak diimbangi dengan kesadaraan spiritual ,maka Ilmu Kalam bisa bergerak kea rah yang lebih liberal dan Independen ,disinilah ilmu Tasawuf berfungsi memberikan muatan spiritual ,terhadap pemikiran yang kering dari kesdaran penghayatan atau sentuhan secara qalbiyah  (hati).

 

Dalam pengamalanya Ilmu Tasawuf memiliki pengaruh yang besar dalam ketauhidan misalnya ,jika seseorang tidak memiliki rasa sabar ,maka muncullah sifat sombong ,jika sifat syukur tidak ada ,maka muncullah sifat kufur ,dan sebagainya ,jika seperti ini yang terjadi , lahirlah kegelapan sebagai reaksi dari sifat-sifat tsb .Begitu juga Ilmu tauhid ,dapat memberikan kontribusi kepada ilmu Tasawuf .Misalnya jika cahaya Ilmu tauhid telah lenyap, akan timbul penyakit-penyakit qolbu ,semisal ujub ,riya’ congkak ,dengki ,hasud ,sombong dan sebagainya .Andaikan manusia sadar bahwa semua yang ada dalam kehidupanya ini adalah pemberiaan Allah ,niscaya tidak akan ada sifat sombong ,congkak ,dan penyakit-penyakit qolbu yang lainya .Kalau saja seorang manusia tahu posisi penghambaan dirinya kepada Allah ,maka tidak akan ada rasa sombong ,kalau saja Dia sadar bahwa Dia betul-betul merupakan Hamba Allah  ,niscaya tidak akan ada perebutan kekuasaan .Dan kalau saja manusia sadar bahwa Allah lah yang pencipta segala sesuatu ,niscaya tidak akan ada sifat Ujub dan riya’ .

 

Dari sinilah kita dapat mengetahui bahwa Ilmu Tauhid merupakan jenjang pertama dalam pendakian menuju pengenalan kepada  Allah bagi Kaum Sufi .Dengan Ilmu Tasawuf , semua persoalan yang ada dalam kajian Ilmu Tauhid ,akan terasa lebih bermakna ,tidak fakum tetapi lebih dinamis dan aplikatif .

 

Maka dari itu mempelajari Ilmu tasawuf adalah sesuatu yang sangat baik ,dan bahkan dibutuhkan untuk pengenalan dan pendekatan diri kepada Allah s.w.t.

 

Asal Mula Nama Tasawuf.

 

Sesungguhnya inti dari ajaran Islam yang benar adalah ,mengikuti apa yang dibawa oleh Junjungan dan Penghulu Kita Nabi besar Muhammad s.a.w. ,ajaran yang datang dari Allah s.w.t. dengan memperhatikan dan mengimaninya ,dan ajaran-ajaran Islam dari Rasululllah s.a.w. telah disampaikan kepada Kita ,oleh para Sahabat-Sahabat Beliau yang telah mengambil Ilmu Syareat dari Nabi Muhammad s.a.w. ,dan begitu pula orang-orang yang telah mengambil Ilmu syareat dari mereka (para Sahabat) ,yang telah mengikuti mereka ,dan hidup satu masa dengan mereka ,yang menamakan mereka dengan At-tabi’in .

 

Mereka adalah  orang-orang yang berteman orang-orang yang telah menemani Rasulullah s.a.w. dalam masa Beliau ,dan mereka telah mendapatkan warisan Nabi ,yang berupa ilmu syareat . lalu para Taabi’in mengambil ilmu dari mereka ,kemudian mereka membukukan Ilmu-ilmu Syareat tsb ,kemudian para Ulama-ulama setelah mereka mengambil sebahagian Ilmu syareat itu secara Khusus .

 

 

Diantara mereka ada yang mengambil secara Khusus ilmu Hadits Nabawiyah ,hingga menjadi seorang  Ahli Hadits (al-Huffadz) ,dan ada pula yang khusus mengambil Ilmu Alat , seperti ilmu Nahwu ,Sorof dan Balaghah .ada yang mengambil secara khusus Ilmu Tafsir , Fiqih ,Tarbiyah ,Suluk dan Amal .Dan Ilmu-Ilmu yang telah diambil tersebut telah dibukukan dan dinamakan dengan istilah yang bermacam-macam  .

 

Orang yang Ahli di dalam Ilmu hadits disebut dengan Istilah Muhaddits ,yang Ahli dalam Ilmu Nahwu disebut Nahwiiy ,yang Ahli dalam Ilmu tafsir disebut Mufassir ,yang Ahli dalam Ilmu Fiqih disebut Faqih ,dan yang Ahli dalam Ilmu Tarbiyah dan mencari jalan menuju Allah ,disebut dengan Istilah Sufy .

 

Dan semua nama-nama ini tidak ada sebelumnya pada zaman Rasulullah s.a.w. ,dan itu semua hanyalah Istilah-istilah atau nama-nama untuk Ilmu syareat yang dibawa oleh Baginda Besar Nabi Muhammad  s.a.w. ,dan setiap orang yang menamakan dirinya dengan nama-nama tsb ,maka Dia tidak keluar dari agama Islam .Dan tidaklah setiap nama atau sifat yang tidak ada didalam Al-qur’an atau didalam hadits ,tidak diperbolehkan atau diharamkan untuk memakainya sebagai nama ,akan tetapi  diperbolehkan secara syareat ,bahkan Allah telah menamakan orang-orang muslimin di dalam Alqru’an dengan sebutan yang bermacam-macam diantaranya (As-sabiqiin ,Al-Muqarrabiin ,As-shodiqin ,As-syuhadaa’ …) dan setiap nama-nama tsb mempunyai kata asal Isytiqaq (mausuu’ah yususfiyah.9-10)

 

Dan inilah pendapat para Ulama-Ulama dalam mengartikan Ilmu tasawuf :

 

قال القاضي شيخ الإسلام زكريا الأنصاري رحم الله تعالى ( التصوف علم يعرف به أحوال تزكية النفوس وتصفية الأخلاق وتعمير الظاهر والباطن لنيل السعادة الأبدية ) هامش الرسالة القشيرية

Al-Qadhi As-Syeich Zakaria Al-Anshari berkata :Ilmu tasawuf adalah ilmu yang dapat menunjukkan keadaan bersihnya hati seorang manusia ,dan penjernihan perilaku ,dan menggerakkan dhahir dan bathin (tubuh dan hati) untuk beribadah kepada Allah s.w.t. untuk meraih kebahagiaan yang abadi (Hamisy Risalah Al-Qusyairiyah)

 

وقال معروف الكرخي : (التصوف الأخذ بالحقائق واليأس مما في أيدي الخلائق )عوارف المعارف 313

Ma’ruf Al-Kurkhi berkata : Ilmu  tasawuf adalah ,mengambil kebenaran seluruh ajaran syareat dan berputus asa dari pengharapan terhadap makhluk .

 

Disebutkan Ilmu tasawuf dinisbatkan kepada pakaian Suuf (wool) ,dikarenakan dahulu orang-orang Sufi sangat gemar memakainya ,dan itulah bentuk ciri khas mereka .

Dikatakan kalimat Sufi diambil dari kata As-Saff ,yang berarti barisan ,karena mereka adalah orang yang berada di barisan Saff  pertama dihadapan Allah s.w.t. ,dengan tingginya semangat dan tujuan mereka untuk mendekat kepada Allah .

Dikatakan terambil dari kata As-soffah ,nama suatu kelompok para sahabat Rasulullah s.a.w. ,dinamakan dengan sebutan Sufi karena Dia cenderung mengikuti mereka , sebagaimana yang disebutkan oleh Allah : Dan bersabarlah dirimu bersama orang-orang yang berdoa memohon kepada Tuhan mereka….dan dari sini ditemukan bahwa kalimat Sufi bukan terambil dari bentuk kalimatnya ,akan tetapi terambil dari maknanya ,karena Ashabu As-Soffah ,mereka adalah generasi pertama dari golongan kelompok Tasawuf , karena kehidupan mereka murni Ibadah kepada Allah s.w.t ,dan mereka adalah contoh yang tinggi bagi orang-orang yang mengikuti ajaran Tasawuf yang datang setelah masa-masa setelahnya .

 

Dikatakan juga terambil dari kata Assuufah ,karena orang yang Sufi dan mengabdikan dirinya kepada Allah ,bagaikan kain yang terhampar tidak memiliki kekuatan sedikitpun di hadapan Allah dalam menerima ketentuan dari Nya .Al-Imam Qusyairy berkata : tidak ada bukti yang pasti bahwa nama ini terambil dari salah satu kalimat atau kata tertentu di dalam Bahasa Arab ,dan yang lebih jelas ,kalimat Tasawuf seperti suatu julukan (laqab) ,yang tidak ada kata asalnya ,dan digunakan sebagai nama bagi orang-orang yang berada di dalam kelompok ini ,untuk membedakan dari kelompok yang lain   (mausuu’ah yususfiyah..11)

 

Ilmu Tasawuf Dan Perkembanganya.

 

Diantara perkara-perkara yang membebani pikiran masyarakat Muslimin pada zaman mulai munculnya ilmu Tasawuf adalah ,banyaknya orang-orang yang terkenal sifat wara’ dan taqwanya  ,tidak menemukan di dalam Ilmu Kalam sesuatu yang dapat memenuhi kepuasan hati mereka ,yang merasakan cinta yang besar kepada Allah ,lalu mereka menempuh jalan melalui Zuhud ,dan menjauhkan diri dari dunia serta  menghabiskan umur di dalam Khidmah pada Allah .semata-mata untuk memperoleh kecintaan Allah ,dan saat itu pula mereka dinamakan dengan orang-orang Sufi  .(Tarikh al-islam ./3.220)

 

Orang yang pertama kali menggunakan nama Sufi adalah Abu Hasyim ,seseorang yang dilahirkan i kota Kuufah ,dan menghabiskan sebagian besar usianya di negeri Syam , dan meninggal dunia pada tahun 150 H.

 

Dan Orang yang pertama kali memberikan pengertian tentang Ilmu Tasawuf dan menjelaskanya adalah ,Dzunn Nun Al-Misry yang meninggal pada tahun (245 H) ,murid dari Imam Malik ,sedangkan yang menjabarkanya dan merincikanya serta menyebar luaskan , adalah Al-Junaid Al-baghdady yang wafat pada tahun (334 H) .

 

Kalimat Tasawuf adalah sebuah Julukan yang digunakan sebagai Istilah oleh sebagian besar orang ,yang diberikan kepada seorang Muslim yang berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah ,dan diantara orang yang diketahui menerapkan Ilmu Tasawuf ,di masa permulaan Islam adalah ,Abu Dzar al-Ghiffari R.A. ,dan saat itu , hanya Dialah seorang yang menggunakan sifat seorang Sufi ,diantara sekian banyak shabat Rasul yang lain .Hidup sendiri dan Meninggal dalam keadaan sendiri , sebagaimana yang telah di kabarkan oleh Nabi Muhammad s.a.w. ,dan diantara mereka Sayyidina Hudzaifah Ibn Al-Yaman dan Sayyidina Salman Al-Farisi ,mereka adalah orang-orang yang  hidup dengan memakan hasil jerih payah sendiri .

 

Kemudian datang setelah mereka Al-Hasan Al-Bashry yang memberikan nasehat-nasehat dan petunjuk bagi manusia menuju Allah s.w.t. ,dan telah mengambil ilmu darinya orang-orang yang besar yang dikenal didalam Ilmu Tasawuf ,diantaranya adalah Malik ibn Dinar , lalu datang setelahnya Ibrahim ibn Adham ,kemudian Al-Junaid Alqusyairy ,Dzun Nuun Al-Misry .

 

Dan pokok ajaran dari Ilmu Tasawuf adalah , Aqidah (keyakinan) yang benar , Akhlak yang baik ,Mujahadah dan Da’wah .sedangkan sebagai sumber dan kekuatanya adalah Islam Iman dan Ihsan yang berlandaskan Muraqabah (kewaspadaan) ,Musyahadah (menyaksikan) dan Mutaba’ah mengikuti Al-Qur’an dan As-sunnah ,dan tujuanya adalah menghilangkan dari hati semua sifat-sifat yang buruk ,dan mengisinya dengan kebaikan melalui cara dan  jalan Taat kepada Allah dan Rasulnya ,melawan hawa nafsu ,serta memperbaiki hati dan mengutamakan orang lain .

 

Para pengikut ajaran yang mulia ini telah melalui beberapa masa ,di dalam penamaanya dengan nama-nama yang tertentu ,hingga akhirnya ditetapkan dengan nama tasawuf .hal ini sebagaimana dikatakan oleh Syeich Abu Al-Qasim Al-Qusyairy di dalam kitabnya yang sudah banyak dikenal Risalatul Qusyairiyah : Ketahuilah wahai saudaraku yang dimuliakan Allah ,bahwa orang-orang muslimin setelah Rasulullah s.a.w. ,para orang-orang Mulia diantara mereka tidak pernah menggunakan nama bagi diri ataupun kelompok mereka dengan nama tertentu ,kecuali hanya satu nama ,yaitu As-sohabah dan ketika datang generasi kedua ,maka dinamakan orang-orang yang berteman dan Hidup dengan salah seorang dari Sahabat Rasulullah s.a.w. dengan sebutan At-tabi’in . dan mereka menganggap itu adalah suatu nama yang paling mulia diantara sebutan dan nama-nama yang lain . Kemudian orang-orang setelah mereka disebut dengan Tabi’i at-tabi’in (para pengikut Tabi’in) ,lalu tingkatan-tingkatan mereka berbeda dan tampak pada masing-masing orang .Orang yang mempunyai perhatian khusus dan lebih terhadap agamanya ,mereka disebut dengan Az-Zuhhad (orang-orang yang Zuhud) dan Ubbad (orang-orang yang ahli Ibadah) ,setelah itu muncullah hal-hal yang baru ,dan ppengakuan-pengakuan diantara kelompok-kelompok ,setiap kelompok mengaku bahwa mereka adalah orang-orang Zuhhad maka orang-orang dari Ahlu As-Sunnah yang memperhatikan hubungan mereka dengan Allah  ,yang selalu menjaga hati-hati mereka dari kelalaian kepada Allah ,menamakan Ilmu dan perilaku mereka dengan sebutan Tasawuf , dan nama ini menjadi berkembang dan dikenal bagi mereka orang-orang yang mulia ,di masa dua ratus tahun setelah Hijriyah .

 

Dan yang pertama kali membangun dan mendirikan ajaran Tasawuf ,sebagian dari para Sahabat Abdul wahid ibn Zaid ,yang merupakan salah satu dari sahabat Imam Al-hasan Al-bashry .Dia hidup di kota Bashrah dengan Zuhud ,Ibadah dan rasa takut yang tinggi kepada Allah ,dan sifat-sifat baik semacam itu ,yang tidak ada dimiliki oleh manusia pada umumnya ,dan Al-allamah Muhammad Karad yang semoga dimuliakan Allah Dia berkata : orang yang pertama kali menggunakan nama sebagai seorang Sufiy dari kalangan Ahlu ssunnah  adalah Abu Hasyim As-shufi ,yang meninggal pada tahun 150 H. Dia adalah seorang ahli Ibadah ,yang mampu berkata-kata dengan baik dan mahir dalam brsya’ir ,seperti yang telah disebutkan oleh para Huffadh ,semisal Hasyim al-awqas dan Soleh ibn Abdullah Al-Jalil (Al-islam wal hadharah al-arabiyyah.2/31)

 

Pada Hakekatnya Ilmu tasawuf ini bisa juga disebut dengan Tazkiyah An-nafs ,seperti yang sudah difirmankan Allah s.w.t. :

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).

atau bisa disebut dengan nama Al-ihsan atau Ilmu untuk membersihkan hati dan Akhlak

قال القاضي شيخ الإسلام زكريا الأنصاري رحم الله تعالى ( التصوف علم يعرف به أحوال تزكية النفوس وتصفية الأخلاق وتعمير الظاهر والباطن لنيل السعادة الأبدية ) هامش الرسالة القشيرية ص7

akan tetapi Kita tidak bisa untuk memisahkan Ilmu ini dari istilah asalnya “Tasawuf” , karena Istilah dan nama inilah yang kita temukan di dalam sejarah ,dan lebih dikenal dikalangan manusia dari pada sebutan yang lainya .

 

Dan merupakan sesuatu yang mengherankan ,bahwa orang-orang yang menentang ajaran Tasawuf ini adalah mereka yang datang setelah abad ke enam dari Hijriyah ,adapun orang-orang yang hidup dizaman orang-orang Ahli Tasawuf yang mendirikanya ,mereka tidak menentang ajaran tasawuf ,justru mereka menyaksikan dan memastikan bahwa Ahli tasawuf adalah orang-orang yang berjalan diatas ajaran yang benar ,dan berada didalam cahaya serta petunjuk Allah s.w.t.

 

 

Dr Ahmad Alusy berkata : terkadang sebagian orang bertanya-tanya tentang sebab tidak munculnya nama atau istilah ini kecuali setelah masa para Sahabat dan Tabi’in ? maka jawaban dari pertanyaan tsb adalah ,pada masa-masa pertama keislaman ,perkara semacam itu tidaklah dibutuhkan ,sebab mereka adalah orang-orang yang bertaqwa dan sifat wara’ yang tinggi ,orang-orang yang dengan sepenuh hati menjalankan perintah Allah , dan orang-orang yang Ahli Ibadah ,dengan dorongan keinginan yang murni dan tabia’at dari diri mereka ,dan secara langsung mereka adalah orang-orang yang mempunyai hubugan dekat dengan Rasulullah s.a.w. ,mereka adalah orang-orang yang berlomba-lomba untuk mengikuti Rasulullah s.a.w. didalam keseluruhan kehidupan mereka ,maka tidak dibutuhkan sesuatu untuk membimbing mereka dalam suatu ilmu ,yang mereka sudah melaksanakanya dengan pasti ,perumpamaan mereka adalah seperti perumpamaan orang Arab asli ,yang mengetahui bahasa arab melalui warisan dari datuk-datuk mereka ,hingga mereka fasih dalam bersajak ,bersyair ,dan membikin kata-kata yang sangat indah ,tanpa mengetahui qaidah di dalam bahasa arab .

 

Begitu pula para Sahabat dan Tabi’in ,walaupun mereka tidak menamakan diri mereka sebagai ahli tasawuf ,mereka adalah orang-orang yang berperilaku layaknya orang sufi sebenarnya ,walaupun mereka tidak memakai nama Tasawuf .

 

Dan tidak ada yang dimaksudkan didalam ilmu Tasawuf kecuali adalah ,kehidupan seseorang untuk Tuhanya ,bukan untuk dirinya ,dan merasakan kenikmatan hidup dengan Zuhud dan Ibadah ,dan menghadap kepada Allah dengan ruh dan hatinya ,didalam semua waktu dan kesempurnaan-kesempurnaan amalan yang baik ,sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat dan Tabi’in untuk naiknya ruh menuju derajat yang tinggi dan mulia , maka tidaklah cukup bagi mereka hanya dengan mengakui keyakinan dan keimanan dan menjalankan kewajiban-kewajiban perintah Islam ,akan tetapi mereka menyertainya pengakuan iman itu dengan tadzawuq (merasakan) serta menemukan keimanan mereka , mereka juga menambahkan amalan-amalan Ibadah Sunnah yang dianjurkan Rasulullah s.a.w. ,dan menjauhkan diri dari perkara yang makruh ,terlebih-lebih perkara-perkara yang Haram ,hingga dengan itu semua mata batin mereka bersinar dan muncul sumber-sumber hikmah dari hati-hati mereka .Dan begitu pula yang dilakukan oleh para Tabi’in ,dan Tabi’i at-tabi’in .dan tiga generasi inilah paling bagusnya generasi didlam Islam secara muthlak , dan kabar itu telah disampaikan oleh Rasulullah s.a.w. di dalam haditsnya : sebaik-baik masa adalah masaku ini ,lalu masa yang sesudahnya dan masa yang sesudahnya .

 

Ketika zaman berkembang ,banyak yang mulai mengenal islam lalu orang-orang dari berbagai macam tempat mulai memeluk Islam  ,bermacam-macam orang yang datang mengenal Islam ,dan seiring berkembangnya Ilmu islam menjadi luas ,dan terbagi pembahasanya diantara para Ahli ilmu ,maka setiap ahli ilmu mulai membukukan setiap ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan , dan menyempurnakanya melebihi dari yang lainya .Lalu muncullah di tahun pertama setelah pembukuan Ilmu Fiqih setelah ilmu nahwu, Ilmu Tauhid ,Usul Ad-diin ,Ilmu Hadits ,Tafsir ,Mantiq ,Mustholah Al-Hadits ,Ilmu Faraidh dan yang lainya .

 

Kemudian setelah masa itu ,terjadi pada kebanyakan orang ,pengambilan ilmu dengan cara rouhaniyah (perasaan hati) mulai berkurang ,dan kebanyakan manusia saat itu melupakan pentingnya menghadap kepada Allah dengan jalan Ibadah ,niatan hati serta himmah (semangat) yang tinggi ,seperti apa yang dilakukan oleh orang-orang Ahli Ibadah dan Zuhud dalam mengamalkan sesuatu yang muncul dari pikiran mereka , untuk membukukan Ilmu Tasawuf dan menetapkan kemulianya diantara Ilmu-ilmu yang ada , tanpa ada keinginan dari mereka untuk melalaikan kelompok yang lain dalam membukukan ilmu-ilmu mereka ,seperti yang sudah disangkakan oleh sebahagian orang ,bahkan langkah mereka (ahli tasawuf) adalah untuk menguatkan dan menyempurnakan keperluan agama dari semua arah yang harus ditempuh agar saling membantu didalam kebaikan dan taqwa .

Sejarah Munculnya Ilmu Tasawuf

 

Adapun perjalan sejarah munculnya Ilmu tasawuf ,sebagaimana diketahui didalam fatwa Al-Imam Al-hafidh as-sayyid Muhammad Sodiq Al-Gumary ,Ia telah ditanya tentang siapa yang pertama kali mendirikan Ilmu tasawuf ? apakah dengan wahyu yang turun dari atas langit (samawi) ?

 

Lalu Ia pun menjawab ,Adapun yang pertama kali mendirikan thariqah Ilmu Tasawuf , ketahuilah terlebih dahulu bahwa thariqah ilmu tasawuf ini telah didirikan melalui wahyu samawi dari bahagian agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad ,karena tanpa diragukan lagi kepastianya ,ilmu tasawuf ini merupakan Maqam Al-Ihsan yang merupakan salah satu rukun agama yang tiga ,yang telah disebutkan oleh nabi s.a.w. setelah menjelaskan satu persatu tentang masalah agama ,dengan perkataan Beliau “ini adalah Jibril a.s. yang telah datang pada kalian untuk mengajarkan agama kalian” .dan yang dimaksudkan adalah Maqam Islam Iman dan Ihsan ,maqam Islam adalah bentuk Taat dan Ibadah ,maqam Iman adalah Nur (cahaya) hidayah dan aqidah ,dan maqam Ihsan adalah bentuk muraqabah (pengawasan) dan muraqabah (penyaksian )…”engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya ,jika engkau tak mampu melihatnya maka sesungguhnya Dia (Allah) melihatmu . 

 

Lalu Sayyid Muhammad Sodiq Al-Ghumary berkata didalam tulisanya tsb : maka sebagaimana disebutkan didlama Hadits ,Agama adalah Ibarat dari adanya tiga rukun…Islam Iman dan Ihsan .siap yang tidak mempunyai maqam ini (Ihsan) didalam agamanya ,maka agamanya dipastikan berkurang (tidak sempurna) ,karena meninggalkan salah satu daripada rukunya . dan puncak daripada segala cara (thariqah) ,serta tujuanya adalah mencapai maqam Al-Ihsan setelah penyempurnaan Islam dan Iman . (al-aintishar li thariq as-shufiyah . hal 6)

 

Pendapat Ibn Kholdun

 

Ibnu Kholdun berkata :

 

وقال ابن خلدون في تعريف التصوف : العكوف على العبادة والانقطاع إلى الله تعالى والإعراض عن زخرف الدنيا والزهد فيما يقبل علية الجمهور من لذة ومال وجاه والانفراد عن الخلق في الخلوة للعبادة )مقدمة ابن خلدون دار القلم ص 467

Fokus didalam Ibadah ,dan memusatkan segala sesuatunya menuju Allah s.w.t. ,berpaling dari keindahan Dunia dan perhiasanya , berzuhud atas kelezatan serta ni’mat Duniawi dan jabatan , seperti apa yang dirasakan oleh kebanyakan manusia ,dan mengasingkan diri dari kesibukan dengan manusia ,berkholwat untuk memperbanyak Ibadah kepada Allah s.w.t.

 

Ilmu Tasawuf ini merupakan Ilmu Syari’at  yang baru didalam agama Islam ,dan asal mula dari ilmu mereka (ahli tasawuf) masih berada didalam jalan salaf As-soleh yang terdahulu dan pada jalan para Sahabat yang mulia dan Tabi’in ,dan orang-orang setelah mereka yang berada didalam jalan yang benar dan Hidayah dari Allah .

 

Dan hal semacam itu sudah menjadi kebiasaan dikalangan para Sahabat dan Salaf . ketika kecintaan terhadap dunia dan keinginan meraihnya sudah meluas dihati manusia pada abad ke dua dan stelahya ,hingga mereka mencampur adukkan dunia dengan agama .maka orang-orang Ahli Ibadah membentuk kelompok baru yang menamakan dengan Istilah Sufi atau orang-orang yang menempuh jalan ilmu Tasawuf . (Muqaddimah Ibn Kholdun…Ilmu at-tasawuf .329)

 

Cukup kiranya untuk Kita ,Ibarat yang yang terakhir dari perkataan Ibnu Kholdun sebagai dalil ,bahwa munculnya ilmu tasawuf dan orang-orang Sufi disebabkan karena banyaknya manusia yang terbuai pada kehidupan dunia dan mencampur adukkan dalam kehidupan mereka , pada masa abad ke dua dari hijriyah .sesungguhnya langkah yang seperti itu telah menarik orang-orang yang baik kedalam Ibadah yang lebih sempurna ,dalam sebuah nama yang membedakan mereka dari kebanyakan manusia yang telah dilalaikan oleh dunia yang fana .

 

Maka dari tulisan diatas ,telah kita ketahui dengan jelas ,bahwa ilmu tasawwuf bukanlah suatu ilmu yang baru ,akan tetapi ilmu yang mengambil dari sejarah kehidupan Rasulullah s.a.w. dan para Sahabat-Sahabat Beliau yang mulia ,sebagaimana juga Ilmu ini bukanlah Ilmu tidak menerapkan dan mengambil ajaran Islam ,seperti yang dituduhkan oleh musuh-musuh islam dari orang-orang orentialis dan para pengikutnya yang telah memunculkan nama yang baru ,hingga mereka menisbatkan nama tasawuf kepada pemikiran para pendeta-pendeta dari agama Buda ,Nasrani , serta para pemuka agama  dari Hindu .Hingga mereka mengatakan bahwa ada ilmu tasawuf dan orang-orang Sufi  lain dari agama Hindu ,Nasrani dan Budha ataupun yang berfaham Persia…

 

Mereka berkeinginan untuk menjelekkan nama Tasawuf dengan berbagai cara ,dan menuduh Ilmu tasawuf didalam perkembanganya ,kembali pada ajaran asal mula ilmu yang kuno (lama) pemikiran bangsa Yunani ,begitu pula dari pemikiran falsafat yang tersesat . akan tetapi seorang muslim tidak terpengaruh dengan pemikiran-pemikiran yang menipu dan menyesatkan tsb ,dan permasalahan itu menjadi jelas didalam pembahasan yang benar ,maka ilmu tasawuf merupakan bentuk pengamalan didalam Islam .(haqaiq At-tasawuf hal..19-25)

 

Pondasi Utama Ilmu Tasawuf

 

Ilmu tasawuf islam .adalah Ilmu yang sangat mulia kedudukanya ,dan mempunyai dalil yang kuat ,bahwa ilmu ini adalah Ilmu yang berkembang dan tumbuh murni dari ajaran islam ,oleh sebab itu ilmu tasawuf adalah salah satu diantara perantara (wasilah) yang suci  untuk mendapatkan kebehagiaan dunia dan akherat ,ilmu tasawuf adalah obat bagi orang yang sakit dari penyakit-penyakit hati .dan ajaran yang dapat membersihkan hati dan mensucikan ruh ,merupakan cerminan dari kehidupan rouhaniyah islamiyah ,yang mana pondasinya adalah mengisi hati dengan keutamaan dan kebaikan dan merasakan kenikmata nya ,serta menjauhkan hati dari sifat-sifat kotor yang hina ,agar Ruh (jiwa) menjadi suci dan menjadi mulia dengan mengikuti Nabi Muhammad s.a.w. dan para Sahabat Beliau yang mulia .

 

Dan tujuan yang paling utama diantara tujuan-tujuan ilmu tasawuf yang lainya adalah lima hal (qaidah) :

 

1-Kebersihan hati dan menjaganya.

2-Mengharap keridloaan Allah

3-Berpegang teguh dengan sifat orang yang faqir (membutuhkan kepada Allah) dan

menunjukkan kelemahanya.

4-Mengisi dan mengarahkan hati untuk memberikan sifat cinta dan kasih sayang .

5-Menghias diri dengan akhlak yang baik ,sebagaimana yang diperintahkan  kepada Nabi

agar menyempurnakanya .lima hal inilah yang menjadi asas utama didalam ilmu Tasawuf,

yang nanti Insyaallah akan kita bicarakan satu demi satu .

 

Keterangan…

Qaidah yang pertama :kebersihan hati dan penjagaanya ,maksudnya bahwa siapa saja yang ingin masuk kedalam jalanya orang-orang Muqarrabin ,untuk menyiapkan jawaban atas pertanyaan dari Allah s.w.t. ,maka hendaklah Dia menhitung amalanya sebelum diperhitung kan  oleh Allah ,dan menimbang amalanya sebelum ditimbang oleh Allah dengan timbangan akherat ,serta membersihkan hati dan jiwanya dari kotoran-kotoranya dan sifat was-wasnya Sayyidina Umar berkata : perhitungkanlah amal kalian sebelum Allah menghisabnya ,dan timbanglah amalan kalian sebelum ditimbang diakherat.

 

Qaidah yang ke dua :berharap keridloan Allah ,maksudnya adalah ,seorang yang menempuh jalan tasawuf ,harus betul-betul berharap keridloan Allah s.w.t.didalam setiap ucapan dan perilakunya ,mencuci hatinya dengan “air ikhlas” hanya karena Allah s.w.t. Allah s.w.t. berfirman :

 

Artinya : Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya”  

 

Artinya : padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.

 

Qaidah yang ke tiga : berpegang teguh dengan sifat kefaqiran (al-faqru), dan menampakkanya dihadapan Allah (Al-iftiqar) ,yang dimaksudkan adalah tidak mencintai dunia ,menjauhkan diri dari segala keindahan dan perhiasanya dengan sepenuh hati , dari segala hal yang dapat menyibukkan dan melalaikanya dari Ibadah kepada Allah ,karena sesungguhnya sifat faqir adalah bukti dari kelemahan ,yang merupakan alat untuk pemutus tali antara seorang hamba dan setan , hingga menjadi menjadi tenang untuk beribadah kepada Allah dengan sebenarnya ,dan hilangnya sifat kesombongan dan menebarkan perusakan diatas bumi ,perkara inilah yang menyebabkan seseorang naik pada tingkatan rouhaniyah yang lebih tinggi ,jauh dari sifat kemanusiaan yang buruk dan kotor .

 

Adapun Al-iftiqar ,maksudnya adalah melepaskan diri dari kehidupan dunia dan semua perhiasanya ,agar sepenuhnya bertaqwa kepada Allah s.w.t. ,dan mengetahui dengan sebenarnya ,bahwa tidak ada daya ataupun upaya dan pemberian kecuali dari Allah s.w.t. ,dengan meminta kemurahan dari Allah s.w.t. melalui Ibadah dan bermunajat .Dan itulah pencak Ikrar (pengakuan) Ibadah (penghambaan) kepada Allah ,yang merupakan inti daripada Ilmu Tasawuf dan Akidah Iman .dan Intisari dari itu semua diIbaratan dalam perkataan “kefaqiran adalah asas (pondasi) ilmu tasawuf dan kekuatanya ,dan menerapkan Ilmu tasawuf serta keadaan ahli tasawuf dalam kehidupan ,harus dengan kefaqiran ,dan Zuhud terhadap kehidupan Dunia beserta keindahanya ,dengan arti Dunia hanya ada di tanganya bukan didalam hatinya ,menjadikan apa yang disisi Allah lebih diharapkan daripada apa yang Dia miliki .

 

Disebutkan bahwa As-sahrurdi berkata di dalam kitabnya ,tentang kisah Dzun nuun Al-misry yang perlu diperhatikan , Dzun Nuun Al-Mishry berkata :Aku melihat seorang wanita di sebagian desa yang berada dipinggiran negeri Syam ,Aku bertanya kepadanya : dari mana kamu datang ? Dia menjawab : lalu Dia menjawab : Aku datang dari kaum yang….

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya .

 

Lalu Aku berkata kepadanya : Kamu hendak pergi kemana ?

Artinya :

Orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah.(An-nuur 37)…disebutkan didalam Kitab Awarif Al-maarif)

 

Bukankah sangat pantas sekali jika kita memperhatikan dua jawaban yang diatas , agar kita mengetahui bagaimana kosongnya hati mereka (kaum yang soleh) dari kotoran hati dan keburukan nafsu dan syahwat ,juga Kita ketahui semangat dan ketulusan hati mereka menempuh jalan menuju Allah ,dan lebih mendahulukan kepentingan Allah (ibadah) daripada kepentingan mereka ,hingga hati mereka tidak akan tergerak ,kecuali kepada Allah, lepas dan kosong dari ikatan yang diinginkan jasad ,yang akan merusak dan mengotori kehidupan seorang manusia didalam Ibadahnya kepada Allah s.w.t.

 

Qaidah yang ke empat : memenuhi hati dengan rasa kasih sayang dan cinta ,sudah semestinya bagi seorang Sufi memberikan kecintaan pada setiap orang muslim,dan memberikan haknya sebagai seorang muslim dengan cara memuliakan dan menghormati  mereka ,jika Aqidah ini sudh kuat didalam hatinya dan Ia mampu istiqamah mengamalkanya ,maka Allah akan memberikan cahaya rahmatnya ,dan menjadikan Ia mampu merasakan indahnya keridhaan yang diberikan oleh Allah ,saat itulah Ia menerima keberuntungan yang besar atas apa yang diwariskan oleh para Nabi dari sifat cinta dan ridla ,Allah berfirman didalam Alqur’an :

Artinya : dan tidaklah Aku mengutusmu kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta (Q.S.Al-Anbiya’)

 قال سيدنا ابو بكرألصديق رضي الله عنه: (لا تحقر احدا من المسلمين فإن حقير المسلمين عندالله عظيم)

“jangan engkau pandang hina seorangpun dari muslimin ,karena paling rendahnya seorang

muslim ,mulia dimata Allah”

 

Qaidah yang ke lima : Menghias diri dengan akhlak yang baik ,akhlak yang diperintahkan oleh Allah kepada Rasulullah s.a.w. untuk menyempurnakanya.(Mausuu’ah yusufiyah 18-20)

 

Dan qaidah yang terakhir inilah yang merupakan inti ajaran dan ruh sesungguhnya bagi perilaku (akhlak) orang-orang Sufi .menjadi seorang yang penuh dengan kasih sanyang dan rasa cinta kepada keluarga ,kerabat dan juga semua masyarakat muslimin ,Allah s.w.t. berfirman :   وقولوا للناس حسنا Dan berkatalah baik kepada setiap manusia (Q.S.Al-baqarah ).

(Mausuu’ah Yusufiyah.20)

 

Disebutkan dalam atsar..bahwa sifat orang-orng penghuni surga adalah orang-orang yang bersifat lembut penuh ,kasih sayang ,dekat dengan hati semua orang ,dan penduduk neraka adalah orang-orang yang keras hati dan jauh dari keluarga dan kerabatnya).Dan Allah memperlakukan hambanya sesuai dengan sifat dan akhlak yang Dia miliki .

 

Disebutkan didalam hadits Qudsy Allah s.w.t. berfirman :

يابن آدم مرضت فلم تعدني ؟قال يارب كيف اعودك وانت رب العالمين؟! قال اماعلمت ان عبدي فلان مرض فلم تعده،اماعلمت انك لوعدته لوجدتني عنده، يابن آدم استطعمتك فلم تطعمني؟ قال يارب كيف اطعمك وانت رب العالمين؟ استطعمك عبدي فلان فلم تطعمه اما علمت انك لواطعمته لوجدت ذلك عندي.  يابن آدم استسقيتك فلم تسقني ؟ قال يارب كيف اسقيك وانت رب العالمين ؟قال استسقاك عبدي فلان  فلم تسقه، اما علمت انك لو سقيته لوجدت ذالك عندي (اخرجه مسلم في صحيحه)

 

Artinya : Wahai manusia diriku sakit dan kamu tidak menjengukku ? Dia berkata ,wahai Allah bagaimana Aku menjengukmu sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam ?Allah berkata : tidakkah engkau tahu bahwa hambaku Fulan sedang sakit ,tapi engkau tidak menjenguknya ,tidakkah engkau tahu ,jika engkau menhjenguknya maka engkau akan mendapatiku disisinya (kerelaanku),wahai manusia Aku meminta makan kepadamu ,tetapi engku tidak memberiku makan ?! Ya Allah ,bagaimana Aku memberimu makan sedangkan engkau Tuhan semesta alam ? hambaku Fulan  meminta makan darimu ,dan engkau tidak memberinya makan ,tidakkah engkau tahu jika engkau memberinya makan maka engkau akan mendapati pahalanya disisiku ,wahai manusia Aku meminta minum padamu ,tapi engkau tidak memberiku minum ! Ya Allah ,bagaimana Aku emberimu minum ,sedangkan engkau Tuhan semesta alam ?hambaku Fulan meminta minum padamu tapi engkau tidak memberinya minum ,tidakkah engkau tahu ,jika engkau memberinya minum ,maka engkau akan mendapati pahalanya disisiku  (H.R.Muslim)

 

Itulah Hadits Qudsy yang telah terkumpul didlamnya seluruh Akhlak yang baik ,dan sifat yang indah diantara manusia ,inilah undang-undang dan aturan dari Allah  ,yang telah diamalkan oleh orang-orang yang mulia didalam kehidupan Dunia mereka ,siapa pun dari manusia yang mampu hidup dengan mengamalkan ajaran ini , maka keadaan dan perilakunya selalu bersama Allah dalam semua keadaan ,maka tidak lagi memperhatikan siapapun kecuali Allah s.w.t dalam diam dan gerakanya (as-sufiyah wa at-tasawuf 40-42)

Beginilah akhlak dan cara hidup orang-orang Sufi  penuh dengan Tawadu’ (rendah hati) dan sopan santun ,walaupun dengan orang yang membenci mereka ataupun dalam bermuamalah ,semua yang diharapkan hanya keridlaan Allah s.w.t.

 

 

 Ditulis oleh: Achmad Sulthan

 

 

  Ilmu Kalam Filsafat dan Tasawwuf | aswj-rg.com | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *